Rabu, 26 Juni 2013
Senin, 24 Juni 2013
OBAT KETIKA MERINDUKAN SI DIA ..
Tak
bisa disangkal, manusia akan selalu bersentuhan dengan cinta. Sementara
kecintaan memberikan buah kerinduan. Orang yang mencinta akan rindu
kepada orang yang dicintainya.
Kerinduan kepada kekasih, seringkali membekaskan duka. Karena sudah tahu bahwa pacaran bukanlah jalan yang halal untuk ditempuh, maka nikahlah satu-satunya yang jadi pilihan. Padahal si pria belum mampu memberi nafkah lahir. Wanita pun masih muda dan dituntut oleh orang tua untuk menyelesaikan sekolah atau meraih gelar. Akhirnya, karena tidak kesampaian untuk nikah, maka pacaran terselubung sebagai jalan keluar karena tidak kuat menahan rasa rindu pada si dia. Lewat chatting, inbox FB atau sms jadi jalur alternatif.
Inilah yang dialami pemuda masa kini. Mungkin juga dialami para aktivis dakwah. Agar dikira tidak melalui pacaran, maka sms dan chatting yang jadi pilihan. Seharusnya rasa rindu ini bisa dipendam dengan melakukan beberapa kiat yang akan kami utarakan[1]. Semoga Allah senantiasa memberi taufik.
TERAPI DARI RASA RINDU DENGAN SEGERA NIKAH,,
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
يَا مَعْشَرَ الشَّبَابِ مَنِ اسْتَطَاعَ مِنْكُمُ الْبَاءَةَ فَلْيَتَزَوَّجْ فَإِنَّهُ أَغَضُّ لِلْبَصَرِ وَأَحْصَنُ لِلْفَرْجِ وَمَنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَعَلَيْهِ بِالصَّوْمِ فَإِنَّهُ لَهُ وِجَاءٌ
“Wahai para pemuda, barangsiapa yang memiliki baa-ah[2], maka menikahlah. Karena itu lebih akan menundukkan pandangan dan lebih menjaga kemaluan. Barangsiapa yang belum mampu, maka berpuasalah karena puasa itu bagai obat pengekang baginya.”[3]
Yang dimaksud dengan syabab (pemuda) di sini adalah siapa saja yang belum mencapai usia 30 tahun. Inilah pendapat ulama-ulama Syafi’iyah.[4]
Secara bahasa, baa-ah bermakna jima’ (berhubungan suami istri). Sedangkan mengenai makna baa’ah dalam hadits di atas terdapat ada dua pendapat di antara para ulama, namun intinya kembali pada satu makna.
Pertama: makna baa-ah adalah sebagaimana makna secara bahasa yaitu jima’.
Pendapat kedua: makna baa-ah adalah kemampuan memberi nafkah. Dimaknakan demikian karena konsekuensi dari seseorang mampu berjima’, maka tentu ia harus mampu memberi nafkah. Sehingga makna hadits adalah barangsiapa yang telah mampu memberi nafkah nikah, maka hendaklah ia menikah. Barangsiapa yang tidak mampu, maka berpuasalah untuk menekan syahwatnya.
Jadi maksud dari dua pendapat ini adalah sama yaitu harus punya kemampuan untuk memberi nafkah. Sehingga inilah yang menjadi syarat seseorang (khususnya pria) untuk membina rumah tangga dengan kekasih pilihan, yaitu ia memiliki kemampuan untuk memberi nafkah keluarga. Hal ini yang banyak disalahpahami sebagian pemuda. Mereka ngebet minta nikah pada ortunya. Padahal sesuap nasi saja masih ngemis pada ortunya. Hanya Allah yang memberi taufik.
Dari sini, barangsiapa yang memiliki kemampuan, maka segeralah untuk menikah guna memadamkan rasa rindu yang ada. Menikah di sini tidak mesti dengan orang yang selalu dirindukan. Boleh jadi, juga dengan orang lain. Karena nikah telah mencukupkan segala kebutuhan jiwa di samping dalam nikah akan ditemui banyak keberkahan. Jika memungkinkan menikah dengan orang yang dirindukan, maka menikahlah dengannya. Ini merupakan terapi manjur.
BERUSAHA UNTUK IKHLAS DALAM BERIBADAH,,
Ikhlas adalah obat manjur penyakit rindu. Jika seseorang benar-benar ikhlas menghadapkan diri pada Allah, maka Allah akan menolongnya dari penyakit rindu dengan cara yang tak pernah terbetik di hati sebelumnya. Cinta pada Allah dan nikmat dalam beribadah akan mengalahkan cinta-cinta lainnya.
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah mengatakan, “Sungguh, jika hati telah merasakan manisnya ibadah kepada Allah dan ikhlas kepada-Nya, niscaya ia tidak akan menjumpai hal-hal lain yang lebih manis, lebih indah, lebih nikmat dan lebih baik daripada Allah. Manusia tidak akan meninggalkan sesuatu yang dicintainya, melainkan setelah memperoleh kekasih lain yang lebih dicintainya. Atau karena adanya sesuatu yang ditakutinya. Cinta yang buruk akan bisa dihilangkan dengan cinta yang baik. Atau takut terhadap sesuatu yang membahayakannya.”
Hati yang tidak ikhlas akan selalu diombang-ambingkan nafsu, keinginan, tuntutan serta cinta yang memabukkan. Keadaannya tak beda dengan sepotong ranting yang meliuk ke sana kemari mengikuti arah angin.
BANYAK MEMOHON PADA ALLAH,,
Setiap do’a yang kita panjatkan pasti akan bermanfaat. Boleh jadi do’a tersebut segera dikabulkan oleh Allah. Boleh jadi sebagai simpanan di akhirat. Boleh jadi dengan do’a kita tadi, Allah akan menghilangkan kejelekan yang semisal.
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
« ما مِنْ مُسْلِمٍ يَدْعُو بِدَعْوَةٍ لَيْسَ فِيهَا إِثْمٌ وَلاَ قَطِيعَةُ رَحِمٍ إِلاَّ أَعْطَاهُ اللَّهُ بِهَا إِحْدَى ثَلاَثٍ إِمَّا أَنْ تُعَجَّلَ لَهُ دَعْوَتُهُ وَإِمَّا أَنْ يَدَّخِرَهَا لَهُ فِى الآخِرَةِ وَإِمَّا أَنُْ يَصْرِفَ عَنْهُ مِنَ السُّوءِ مِثْلَهَا ». قَالُوا إِذاً نُكْثِرُ. قَالَ « اللَّهُ أَكْثَرُ »
“Tidaklah seorang muslim memanjatkan do’a pada Allah selam tidak mengandung dosa dan memutuskan silaturahmi (antar kerabat, pen) melainkan Allah akan beri padanya tiga hal: [1] Allah akan segera mengabulkan do’anya, [2] Allah akan menyimpannya baginya di akhirat kelak, dan [3] Allah akan menghindarkan darinya kejelekan yang semisal.” Para sahabat lantas mengatakan, “Kalau begitu kami akan memperbanyak berdo’a.” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas berkata, “Allahu akbar (Allah Maha besar).”[5]
Ketika seseorang berada dalam kesempitan dan dia bersungguh-sungguh dalam berdo’a, merasakan kebutuhannya pada Allah, niscaya Allah akan mengabulkan do’anya. Termasuk di antaranya apabila seseorang memohon pada Allah agar dilepaskan dari penyakit rindu dan kasmaran yang terasa mengoyak-ngoyak hatinya. Penyakit yang menyebabkan dirinya gundah gulana, sedih dan sengsara. Oleh karena itu, perbanyaklah do’a.
MEMENEJ PANDANGAN,,
Pandangan yang berulang-ulang adalah pemantik terbesar yang menyalakan api hingga terbakarlah api dengan kerinduan. Orang yang memandang dengan sepintas saja jarang yang mendapatkan rasa kasmaran. Namun pandangan yang berulang-ulanglah yang merupakan biang kehancuran. Oleh karena itu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan kita untuk menundukkan pandangan agar hati ini tetap terjaga. Dari Jarir bin Abdillah, beliau mengatakan,
سَأَلْتُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- عَنْ نَظَرِ الْفُجَاءَةِ فَأَمَرَنِى أَنْ أَصْرِفَ بَصَرِى
“Aku bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang pandangan yang cuma selintas (tidak sengaja). Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan kepadaku agar aku segera memalingkan pandanganku.”[6]
Mujahid mengatakan,
غَضُّ الْبَصَرِ عَنْ مَحَارِمِ اللَّهِ يُورِثُ حُبَّ اللَّهِ
“Menundukkan pandangan dari berbagai hal yang diharamkan oleh Allah, akan menimbulkan rasa cinta pada Allah.”[7]Berarti menahan pandangan dari wanita yang bukan mahrom akan menimbulkan rasa cinta pada Allah. Menundukkan pandangan yang dimaksud di sini ada dua macam yaitu memandang aurat sesama jenis dan memandang wanita yang bukan mahram.
Tiga faedah dari menundukkan pandangan telah disebutkan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah[8].
Pertama: Akan merasakan manis dan lezatnya iman. Barangsiapa meninggalkan sesuatu karena Allah, Dia akan memberi ganti dengan yang lebih baik.
Kedua: Akan memberi cahaya pada hati dan akan memiliki firasat yang begitu cemerlang.
Ketiga: Akan lebih menguatkan hati.
LEBIH GIAT MENYIBUKKAN DIRI,,,
Dalam situasi kosong kegiatan biasanya seseorang lebih mudah untuk berangan memikirkan orang yang ia cintai. Dalam keadaan sibuk luar biasa berbagai pikiran tersebut mudah untuk lenyap begitu saja. Oleh karena itu, untuk memangkas kerinduan seseorang hendaknya menyibukkan diri dengan hal-hal yang bermanfaat baik untuk dunia atau akhirat. Hakikat dari rasa rindu adalah kesibukan hati yang kosong. Di kala sepi sendiri, tanpa aktivitas muncullah bayangan sang kekasih, wajah, gerak-gerik, dan segala yang berkaitan dengannya. Seluruhnya hanya sekedar bayangan dan khayalan yang berakhir dengan kesedihan diri. Tiada manfaatnya sedikit pun bagi kehidupan kita.
Ibnul Qayyim menyebutkan nasehat seorang sufi yang ditujukan pada Imam Asy Syafi’i. Ia berkata,
وَنَفْسُكَ إِنْ أَشْغَلَتْهَا بِالحَقِّ وَإِلاَّ اشْتَغَلَتْكَ بِالبَاطِلِ
“Jika dirimu tidak tersibukkan dengan hal-hal yang baik (haq), pasti akan tersibukkan dengan hal-hal yang sia-sia (batil).”[9]
MENGHINDARI NYANYIAN DAN FILEM PERCINTAAN,,
Nyanyian dan film-film percintaan memiliki andil besar untuk mengobarkan kerinduan pada orang yang dicintai. Apalagi jika nyanyian tersebut dikemas dengan mengharu biru, mendayu-dayu tentu akan menggetarkan hati orang yang sedang ditimpa kerinduan. Akibatnya rasa rindu kepadanya semakin memuncak, berbagai angan-angan yang menyimpang pun terbetik dalam hati dan pikiran. Bila demikian, sudah layak jika nyanyian dan tontonan seperti ini dan secara umum ditinggalkan. Demi keselamatan dan kejernihan hati. Sehingga sempat diungkapkan oleh beberapa ulama nyanyian adalah mantera-mantera zina.
Ibnu Mas’ud mengatakan, “Nyanyian menumbuhkan kemunafikan dalam hati sebagaimana air menumbuhkan sayuran.”
Fudhail bin Iyadh[10] mengatakan, “Nyanyian adalah mantera-mantera zina.”
Adh Dhohak[11] mengatakan, “Nyanyian itu akan merusak hati dan akan mendatangkan kemurkaan Allah.”[12]
Imam Asy Syafi’i berkata, “Nyanyian adalah suatu hal yang sia-sia yang tidak kusukai karena nyanyian itu adalah seperti kebatilan. Siapa saja yang sudah kecanduan mendengarkan nyanyian, maka persaksiannya tertolak.”[13]
BAYANGKAN KEKURANGAN SI DIA,,
Ingatlah selalu, orang yang engkau rindukan bukanlah pribadi yang sempurna. Ia sangat banyak kekurangan, sehingga tidak layak untuk dipuja, disanjung atau senantiasa dirindukan. Orang yang dirindukan sebenarnya tidak seperti yang dikhayalkan dalam lamuman.
Ibnul Jauzi berkata, “Sesungguhnya manusia itu penuh dengan najis dan kotoran. Sementara orang yang dimabuk cinta senantiasa melihat kekasihnya dalam keadaan sempurna. Disebabkan cinta ia tidak lagi melihat adanya aib.”
Kita bisa menghukumi sesuatu dengan timbangan keadilan sedangkan orang yang sedang kasmaran tengah dikuasai oleh hawa nafsunya sehingga tak dapat bersikap dengan adil. Kecintaannya menutupi seluruh aib yang dimiliki oleh pasangannya.
Para ahli hikmah berkata, “Mata yang diliputi oleh hawa nafsu akan menjadi buta.”
Semoga Allah memberi taufik. Segala puji bagi Allah yang dengan nikmat_Nya segala kebaikan menjadi sempurna.
Kerinduan kepada kekasih, seringkali membekaskan duka. Karena sudah tahu bahwa pacaran bukanlah jalan yang halal untuk ditempuh, maka nikahlah satu-satunya yang jadi pilihan. Padahal si pria belum mampu memberi nafkah lahir. Wanita pun masih muda dan dituntut oleh orang tua untuk menyelesaikan sekolah atau meraih gelar. Akhirnya, karena tidak kesampaian untuk nikah, maka pacaran terselubung sebagai jalan keluar karena tidak kuat menahan rasa rindu pada si dia. Lewat chatting, inbox FB atau sms jadi jalur alternatif.
Inilah yang dialami pemuda masa kini. Mungkin juga dialami para aktivis dakwah. Agar dikira tidak melalui pacaran, maka sms dan chatting yang jadi pilihan. Seharusnya rasa rindu ini bisa dipendam dengan melakukan beberapa kiat yang akan kami utarakan[1]. Semoga Allah senantiasa memberi taufik.
TERAPI DARI RASA RINDU DENGAN SEGERA NIKAH,,
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
يَا مَعْشَرَ الشَّبَابِ مَنِ اسْتَطَاعَ مِنْكُمُ الْبَاءَةَ فَلْيَتَزَوَّجْ فَإِنَّهُ أَغَضُّ لِلْبَصَرِ وَأَحْصَنُ لِلْفَرْجِ وَمَنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَعَلَيْهِ بِالصَّوْمِ فَإِنَّهُ لَهُ وِجَاءٌ
“Wahai para pemuda, barangsiapa yang memiliki baa-ah[2], maka menikahlah. Karena itu lebih akan menundukkan pandangan dan lebih menjaga kemaluan. Barangsiapa yang belum mampu, maka berpuasalah karena puasa itu bagai obat pengekang baginya.”[3]
Yang dimaksud dengan syabab (pemuda) di sini adalah siapa saja yang belum mencapai usia 30 tahun. Inilah pendapat ulama-ulama Syafi’iyah.[4]
Secara bahasa, baa-ah bermakna jima’ (berhubungan suami istri). Sedangkan mengenai makna baa’ah dalam hadits di atas terdapat ada dua pendapat di antara para ulama, namun intinya kembali pada satu makna.
Pertama: makna baa-ah adalah sebagaimana makna secara bahasa yaitu jima’.
Pendapat kedua: makna baa-ah adalah kemampuan memberi nafkah. Dimaknakan demikian karena konsekuensi dari seseorang mampu berjima’, maka tentu ia harus mampu memberi nafkah. Sehingga makna hadits adalah barangsiapa yang telah mampu memberi nafkah nikah, maka hendaklah ia menikah. Barangsiapa yang tidak mampu, maka berpuasalah untuk menekan syahwatnya.
Jadi maksud dari dua pendapat ini adalah sama yaitu harus punya kemampuan untuk memberi nafkah. Sehingga inilah yang menjadi syarat seseorang (khususnya pria) untuk membina rumah tangga dengan kekasih pilihan, yaitu ia memiliki kemampuan untuk memberi nafkah keluarga. Hal ini yang banyak disalahpahami sebagian pemuda. Mereka ngebet minta nikah pada ortunya. Padahal sesuap nasi saja masih ngemis pada ortunya. Hanya Allah yang memberi taufik.
Dari sini, barangsiapa yang memiliki kemampuan, maka segeralah untuk menikah guna memadamkan rasa rindu yang ada. Menikah di sini tidak mesti dengan orang yang selalu dirindukan. Boleh jadi, juga dengan orang lain. Karena nikah telah mencukupkan segala kebutuhan jiwa di samping dalam nikah akan ditemui banyak keberkahan. Jika memungkinkan menikah dengan orang yang dirindukan, maka menikahlah dengannya. Ini merupakan terapi manjur.
BERUSAHA UNTUK IKHLAS DALAM BERIBADAH,,
Ikhlas adalah obat manjur penyakit rindu. Jika seseorang benar-benar ikhlas menghadapkan diri pada Allah, maka Allah akan menolongnya dari penyakit rindu dengan cara yang tak pernah terbetik di hati sebelumnya. Cinta pada Allah dan nikmat dalam beribadah akan mengalahkan cinta-cinta lainnya.
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah mengatakan, “Sungguh, jika hati telah merasakan manisnya ibadah kepada Allah dan ikhlas kepada-Nya, niscaya ia tidak akan menjumpai hal-hal lain yang lebih manis, lebih indah, lebih nikmat dan lebih baik daripada Allah. Manusia tidak akan meninggalkan sesuatu yang dicintainya, melainkan setelah memperoleh kekasih lain yang lebih dicintainya. Atau karena adanya sesuatu yang ditakutinya. Cinta yang buruk akan bisa dihilangkan dengan cinta yang baik. Atau takut terhadap sesuatu yang membahayakannya.”
Hati yang tidak ikhlas akan selalu diombang-ambingkan nafsu, keinginan, tuntutan serta cinta yang memabukkan. Keadaannya tak beda dengan sepotong ranting yang meliuk ke sana kemari mengikuti arah angin.
BANYAK MEMOHON PADA ALLAH,,
Setiap do’a yang kita panjatkan pasti akan bermanfaat. Boleh jadi do’a tersebut segera dikabulkan oleh Allah. Boleh jadi sebagai simpanan di akhirat. Boleh jadi dengan do’a kita tadi, Allah akan menghilangkan kejelekan yang semisal.
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
« ما مِنْ مُسْلِمٍ يَدْعُو بِدَعْوَةٍ لَيْسَ فِيهَا إِثْمٌ وَلاَ قَطِيعَةُ رَحِمٍ إِلاَّ أَعْطَاهُ اللَّهُ بِهَا إِحْدَى ثَلاَثٍ إِمَّا أَنْ تُعَجَّلَ لَهُ دَعْوَتُهُ وَإِمَّا أَنْ يَدَّخِرَهَا لَهُ فِى الآخِرَةِ وَإِمَّا أَنُْ يَصْرِفَ عَنْهُ مِنَ السُّوءِ مِثْلَهَا ». قَالُوا إِذاً نُكْثِرُ. قَالَ « اللَّهُ أَكْثَرُ »
“Tidaklah seorang muslim memanjatkan do’a pada Allah selam tidak mengandung dosa dan memutuskan silaturahmi (antar kerabat, pen) melainkan Allah akan beri padanya tiga hal: [1] Allah akan segera mengabulkan do’anya, [2] Allah akan menyimpannya baginya di akhirat kelak, dan [3] Allah akan menghindarkan darinya kejelekan yang semisal.” Para sahabat lantas mengatakan, “Kalau begitu kami akan memperbanyak berdo’a.” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas berkata, “Allahu akbar (Allah Maha besar).”[5]
Ketika seseorang berada dalam kesempitan dan dia bersungguh-sungguh dalam berdo’a, merasakan kebutuhannya pada Allah, niscaya Allah akan mengabulkan do’anya. Termasuk di antaranya apabila seseorang memohon pada Allah agar dilepaskan dari penyakit rindu dan kasmaran yang terasa mengoyak-ngoyak hatinya. Penyakit yang menyebabkan dirinya gundah gulana, sedih dan sengsara. Oleh karena itu, perbanyaklah do’a.
MEMENEJ PANDANGAN,,
Pandangan yang berulang-ulang adalah pemantik terbesar yang menyalakan api hingga terbakarlah api dengan kerinduan. Orang yang memandang dengan sepintas saja jarang yang mendapatkan rasa kasmaran. Namun pandangan yang berulang-ulanglah yang merupakan biang kehancuran. Oleh karena itu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan kita untuk menundukkan pandangan agar hati ini tetap terjaga. Dari Jarir bin Abdillah, beliau mengatakan,
سَأَلْتُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- عَنْ نَظَرِ الْفُجَاءَةِ فَأَمَرَنِى أَنْ أَصْرِفَ بَصَرِى
“Aku bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang pandangan yang cuma selintas (tidak sengaja). Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan kepadaku agar aku segera memalingkan pandanganku.”[6]
Mujahid mengatakan,
غَضُّ الْبَصَرِ عَنْ مَحَارِمِ اللَّهِ يُورِثُ حُبَّ اللَّهِ
“Menundukkan pandangan dari berbagai hal yang diharamkan oleh Allah, akan menimbulkan rasa cinta pada Allah.”[7]Berarti menahan pandangan dari wanita yang bukan mahrom akan menimbulkan rasa cinta pada Allah. Menundukkan pandangan yang dimaksud di sini ada dua macam yaitu memandang aurat sesama jenis dan memandang wanita yang bukan mahram.
Tiga faedah dari menundukkan pandangan telah disebutkan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah[8].
Pertama: Akan merasakan manis dan lezatnya iman. Barangsiapa meninggalkan sesuatu karena Allah, Dia akan memberi ganti dengan yang lebih baik.
Kedua: Akan memberi cahaya pada hati dan akan memiliki firasat yang begitu cemerlang.
Ketiga: Akan lebih menguatkan hati.
LEBIH GIAT MENYIBUKKAN DIRI,,,
Dalam situasi kosong kegiatan biasanya seseorang lebih mudah untuk berangan memikirkan orang yang ia cintai. Dalam keadaan sibuk luar biasa berbagai pikiran tersebut mudah untuk lenyap begitu saja. Oleh karena itu, untuk memangkas kerinduan seseorang hendaknya menyibukkan diri dengan hal-hal yang bermanfaat baik untuk dunia atau akhirat. Hakikat dari rasa rindu adalah kesibukan hati yang kosong. Di kala sepi sendiri, tanpa aktivitas muncullah bayangan sang kekasih, wajah, gerak-gerik, dan segala yang berkaitan dengannya. Seluruhnya hanya sekedar bayangan dan khayalan yang berakhir dengan kesedihan diri. Tiada manfaatnya sedikit pun bagi kehidupan kita.
Ibnul Qayyim menyebutkan nasehat seorang sufi yang ditujukan pada Imam Asy Syafi’i. Ia berkata,
وَنَفْسُكَ إِنْ أَشْغَلَتْهَا بِالحَقِّ وَإِلاَّ اشْتَغَلَتْكَ بِالبَاطِلِ
“Jika dirimu tidak tersibukkan dengan hal-hal yang baik (haq), pasti akan tersibukkan dengan hal-hal yang sia-sia (batil).”[9]
MENGHINDARI NYANYIAN DAN FILEM PERCINTAAN,,
Nyanyian dan film-film percintaan memiliki andil besar untuk mengobarkan kerinduan pada orang yang dicintai. Apalagi jika nyanyian tersebut dikemas dengan mengharu biru, mendayu-dayu tentu akan menggetarkan hati orang yang sedang ditimpa kerinduan. Akibatnya rasa rindu kepadanya semakin memuncak, berbagai angan-angan yang menyimpang pun terbetik dalam hati dan pikiran. Bila demikian, sudah layak jika nyanyian dan tontonan seperti ini dan secara umum ditinggalkan. Demi keselamatan dan kejernihan hati. Sehingga sempat diungkapkan oleh beberapa ulama nyanyian adalah mantera-mantera zina.
Ibnu Mas’ud mengatakan, “Nyanyian menumbuhkan kemunafikan dalam hati sebagaimana air menumbuhkan sayuran.”
Fudhail bin Iyadh[10] mengatakan, “Nyanyian adalah mantera-mantera zina.”
Adh Dhohak[11] mengatakan, “Nyanyian itu akan merusak hati dan akan mendatangkan kemurkaan Allah.”[12]
Imam Asy Syafi’i berkata, “Nyanyian adalah suatu hal yang sia-sia yang tidak kusukai karena nyanyian itu adalah seperti kebatilan. Siapa saja yang sudah kecanduan mendengarkan nyanyian, maka persaksiannya tertolak.”[13]
BAYANGKAN KEKURANGAN SI DIA,,
Ingatlah selalu, orang yang engkau rindukan bukanlah pribadi yang sempurna. Ia sangat banyak kekurangan, sehingga tidak layak untuk dipuja, disanjung atau senantiasa dirindukan. Orang yang dirindukan sebenarnya tidak seperti yang dikhayalkan dalam lamuman.
Ibnul Jauzi berkata, “Sesungguhnya manusia itu penuh dengan najis dan kotoran. Sementara orang yang dimabuk cinta senantiasa melihat kekasihnya dalam keadaan sempurna. Disebabkan cinta ia tidak lagi melihat adanya aib.”
Kita bisa menghukumi sesuatu dengan timbangan keadilan sedangkan orang yang sedang kasmaran tengah dikuasai oleh hawa nafsunya sehingga tak dapat bersikap dengan adil. Kecintaannya menutupi seluruh aib yang dimiliki oleh pasangannya.
Para ahli hikmah berkata, “Mata yang diliputi oleh hawa nafsu akan menjadi buta.”
Semoga Allah memberi taufik. Segala puji bagi Allah yang dengan nikmat_Nya segala kebaikan menjadi sempurna.
PESAN BUAT WANITA _UNTUKKU,UNTUKMU DAN UNTUK SEMUA ...
Bismillahirrahmanirrahim ,,
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakaatuh...
Jangan ingin dipandang cantik oleh banyak lelaki,
Tapi inginkanlah dipandang cantik dimata suamimu nanti.
Jangan ingin menjadi wanita idaman banyak lelaki,
Tapi inginkanlah menjadi wanita idaman suamimu sendiri.
Jangan merasa bangga jika menjadi rebutan banyak lelaki,
Tapi banggalah jika selalu menjadi pujaan hati suamimu sendiri.
Jangan biarkan dirimu tebar pesona kepada banyak lelaki,
Jangan biarkan dirimu memberi harapan dan janji-janji kepada banyak lelaki.
Karena pada akhirnya engkau akan menjadi penyebab kecewanya banyak lelaki.
Kelak jika engkau telah bersuami..
kau harus pandai menundukkan pandangan pada banyak lelaki, Agar suamimu pun menundukkan pandangan pada wanita selain dirimu.
Kau harus pandai memperbaiki diri sebaik-baiknya, kau harus pandai menghias kecantikan akhlakmu dengan sebaik-baiknya.
Karena itulah yang akan membahagiakan hati seorang suami.
Dan jika engkau menginginkan lelaki baik yang akan menjadi suamimu. Maka engkau juga harus menjadi wanita yang baik terlebih dahulu.
Karena ALLAH telah menjanjikan lelaki yang baik itu untuk wanita yang baik pula, Begitu juga sebaliknya...
..Aamiin Allahumma Aamiin...
Ya Allah...
Muliakanlah orang yang membaca status ini
Lapangkanlah hatinya
Bahagiakanlah keluarganya
Luaskan rezekinya seluas lautan
Mudahkan segala urusannya
Kabulkan cita-citanya
Jauhkan dari segala Musibah
Jauhkan dari segala Penyakit, Fitnah, Prasangka Keji, Berkata Kasar, dan Mungkar..
Dan dekatkanlah jodohnya mereka.....
Aamiin Allahumma Aamiin
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakaatuh...
Jangan ingin dipandang cantik oleh banyak lelaki,
Tapi inginkanlah dipandang cantik dimata suamimu nanti.
Jangan ingin menjadi wanita idaman banyak lelaki,
Tapi inginkanlah menjadi wanita idaman suamimu sendiri.
Jangan merasa bangga jika menjadi rebutan banyak lelaki,
Tapi banggalah jika selalu menjadi pujaan hati suamimu sendiri.
Jangan biarkan dirimu tebar pesona kepada banyak lelaki,
Jangan biarkan dirimu memberi harapan dan janji-janji kepada banyak lelaki.
Karena pada akhirnya engkau akan menjadi penyebab kecewanya banyak lelaki.
Kelak jika engkau telah bersuami..
kau harus pandai menundukkan pandangan pada banyak lelaki, Agar suamimu pun menundukkan pandangan pada wanita selain dirimu.
Kau harus pandai memperbaiki diri sebaik-baiknya, kau harus pandai menghias kecantikan akhlakmu dengan sebaik-baiknya.
Karena itulah yang akan membahagiakan hati seorang suami.
Dan jika engkau menginginkan lelaki baik yang akan menjadi suamimu. Maka engkau juga harus menjadi wanita yang baik terlebih dahulu.
Karena ALLAH telah menjanjikan lelaki yang baik itu untuk wanita yang baik pula, Begitu juga sebaliknya...
..Aamiin Allahumma Aamiin...
Ya Allah...
Muliakanlah orang yang membaca status ini
Lapangkanlah hatinya
Bahagiakanlah keluarganya
Luaskan rezekinya seluas lautan
Mudahkan segala urusannya
Kabulkan cita-citanya
Jauhkan dari segala Musibah
Jauhkan dari segala Penyakit, Fitnah, Prasangka Keji, Berkata Kasar, dan Mungkar..
Dan dekatkanlah jodohnya mereka.....
Aamiin Allahumma Aamiin
YANG TERBAIK PASTI ADA UNTUKMU..
Jika seseorang hadir dalam hidupmu..
Itu pasti kerana sebuah alasan.
Kadang yang datang menawarkan kebahagiaan.
Walaupun terkadang juga memberikan kekecewaan.
Kadang ada yang hanya datang menyapa saja.
Tetapi ada pula yang sampai jauh melangkah.
Kadang ada yang hadir dalam sekejap saja.
Kadang ada pula yang cukup lama bersama kita.
Mereka datang silih berganti meninggalkan kenangan yang indah dan terkadang perih.
Namun percayalah...
Akan ada seseorang yang datang dan akan menetap di hatimu sepanjang hidupmu.
Kadang Allah sengaja membiarkanmu bertemu dengan beberapa orang yang salah.
Sebelum akhirnya mempertemukanmu dengan orang yang tepat.
Hal itu semata-mata agar kamu bisa menerima ketetapan_Nya.
Dan pada akhirnya bisa belajar banyak dari semua kesalahanmu.
Jangan pernah menganggap sakit hatimu sebagai cara untuk menjauhi indahnya hidup. Tapi jadikanlah sakit hatimu sebagai pelajaran yang sangat berharga dalam hidupmu.
Yakinlah Allah telah menyiapkan Jodoh yang terbaik untukmu.
Pada saat yang tepat.
Dan dengan orang yang tepat.
InsyaAllah..
Itu pasti kerana sebuah alasan.
Kadang yang datang menawarkan kebahagiaan.
Walaupun terkadang juga memberikan kekecewaan.
Kadang ada yang hanya datang menyapa saja.
Tetapi ada pula yang sampai jauh melangkah.
Kadang ada yang hadir dalam sekejap saja.
Kadang ada pula yang cukup lama bersama kita.
Mereka datang silih berganti meninggalkan kenangan yang indah dan terkadang perih.
Namun percayalah...
Akan ada seseorang yang datang dan akan menetap di hatimu sepanjang hidupmu.
Kadang Allah sengaja membiarkanmu bertemu dengan beberapa orang yang salah.
Sebelum akhirnya mempertemukanmu dengan orang yang tepat.
Hal itu semata-mata agar kamu bisa menerima ketetapan_Nya.
Dan pada akhirnya bisa belajar banyak dari semua kesalahanmu.
Jangan pernah menganggap sakit hatimu sebagai cara untuk menjauhi indahnya hidup. Tapi jadikanlah sakit hatimu sebagai pelajaran yang sangat berharga dalam hidupmu.
Yakinlah Allah telah menyiapkan Jodoh yang terbaik untukmu.
Pada saat yang tepat.
Dan dengan orang yang tepat.
InsyaAllah..
TIPS MENJAGA HARGA DIRI BUAT MU WANITA MUSLIMAH,,
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh...
1. Kenakanlah pakaian yang sopan. Akan lebih baik jika selalu memakai pakaian yang selalu menutupi aurat.
2. Hindarilah memakai potongan pakaian terlalu ketat yang dengan mudah dapat memperlihatkan lekuk-lekuk tubuh.
3. Hindari juga pakaian yang sangat transparan. Agar tidak memancing nafsu lelaki yang kebetulan melihatnya.
4. Usahakan banyak menundukkan pandangan dan tidak banyak lirik sana lirik sini agar tidak terkesan jelalatan.
5. Biasakanlah menjaga lisan dan merendahkan suara ketika berbicara dengan siapapun.
6. Usahakan menjaga tingkah laku dan adab kesopanan dalam bertatakrama dengan sebaik-baiknya.
7. Jika kebetulan bersama teman-teman, hindarilah bercanda yang berlebihan. Agar tak terkesan urakan.
8. Jika ada hal yang lucu, berusahalah untuk tertawa yang tidak berlebihan. Akan lebih baik jika cukup tersenyum saja.
9. Jika kebetulan ada lelaki yang tidak dikenal sebelumnya sekedar menyapa, jawablah sapaannya dengan sopan.
10. Jika kebetulan berbicara dengan orang yang baru dikenal, usahakanlah tidak terlalu banyak bicara. Apalagi terkesan bawel.
Jika seorang wanita berperilaku sopan dan bersikap seperti tersebut diatas, maka insyaAllah lelaki yang hendak usil ataupun meremehkan akan sungkan dengan sendirinya.
Akan tetapi jika seorang wanita berperilaku sebaliknya, maka jangan heran kalau banyak lelaki yang suka menggoda dan terkesan memandang seorang wanita dengan remeh dan cenderung melecehkan.
♡ SEMOGA BERMANFAAT ♡
1. Kenakanlah pakaian yang sopan. Akan lebih baik jika selalu memakai pakaian yang selalu menutupi aurat.
2. Hindarilah memakai potongan pakaian terlalu ketat yang dengan mudah dapat memperlihatkan lekuk-lekuk tubuh.
3. Hindari juga pakaian yang sangat transparan. Agar tidak memancing nafsu lelaki yang kebetulan melihatnya.
4. Usahakan banyak menundukkan pandangan dan tidak banyak lirik sana lirik sini agar tidak terkesan jelalatan.
5. Biasakanlah menjaga lisan dan merendahkan suara ketika berbicara dengan siapapun.
6. Usahakan menjaga tingkah laku dan adab kesopanan dalam bertatakrama dengan sebaik-baiknya.
7. Jika kebetulan bersama teman-teman, hindarilah bercanda yang berlebihan. Agar tak terkesan urakan.
8. Jika ada hal yang lucu, berusahalah untuk tertawa yang tidak berlebihan. Akan lebih baik jika cukup tersenyum saja.
9. Jika kebetulan ada lelaki yang tidak dikenal sebelumnya sekedar menyapa, jawablah sapaannya dengan sopan.
10. Jika kebetulan berbicara dengan orang yang baru dikenal, usahakanlah tidak terlalu banyak bicara. Apalagi terkesan bawel.
Jika seorang wanita berperilaku sopan dan bersikap seperti tersebut diatas, maka insyaAllah lelaki yang hendak usil ataupun meremehkan akan sungkan dengan sendirinya.
Akan tetapi jika seorang wanita berperilaku sebaliknya, maka jangan heran kalau banyak lelaki yang suka menggoda dan terkesan memandang seorang wanita dengan remeh dan cenderung melecehkan.
♡ SEMOGA BERMANFAAT ♡
"KEJARLAH CANTIK DI HADAPAN ALLAH"
Tak perlu berdandan tiap hari kalau hanya ingin mempercantik diri.Cukuplah dengan menjaga kesantunan lisan dan akhlak.
Itu akan membuatmu terlihat lebih cantik.
Tak perlu memakai pakaian mahal kalau hanya untuk terlihat terhormat.Cukuplah dengan balutan pakaian yang sederhana asal metutupi aurat.Itu akan membuatmu jauh terlihat bersahaja.
Tak perlu banyak keluar rumah kalau hanya takut dibilang ketinggalan zaman.Cukuplah memperbanyak waktu untuk di rumah.Itu akan membuatmu merasa lebih aman.
Jangan mengejar kecantikan di mata manusia.
Tapi kejarlah kecantikan di hadapan Allah.
Ingat ...
Cantik di mata manusia ada masanya.
Tapi cantik di hadapan Allah akan berbuah Surga...
Itu akan membuatmu terlihat lebih cantik.
Tak perlu memakai pakaian mahal kalau hanya untuk terlihat terhormat.Cukuplah dengan balutan pakaian yang sederhana asal metutupi aurat.Itu akan membuatmu jauh terlihat bersahaja.
Tak perlu banyak keluar rumah kalau hanya takut dibilang ketinggalan zaman.Cukuplah memperbanyak waktu untuk di rumah.Itu akan membuatmu merasa lebih aman.
Jangan mengejar kecantikan di mata manusia.
Tapi kejarlah kecantikan di hadapan Allah.
Ingat ...
Cantik di mata manusia ada masanya.
Tapi cantik di hadapan Allah akan berbuah Surga...
"MUTIARA PAGI HARI"
Hari ini kita masih saling mencintai.
Akan tetapi esok mungkin kita akan saling membenci.
Hari ini kita masih bersama.
Akan tetapi esok mungkin kita akan terpisah.
Hari ini kita masih kaya.
Akan tetapi esok mungkin kita akan jatuh miskin.
Hari ini dia datang.
Akan tetapi esok mungkin kita akan pergi.
Hari ini kita masih sehat.
Akan tetapi esok mungkin kita akan jatuh sakit.
Sesungguhnya..
Kita tak ada yang tahu apa yang akan terjadi dengan hari esok.
Sekiranya esok yang kita harapkan tak jadi nyata.
Tapi setidaknya kita tidak akan MENYESAL jika hari ini kita melakukan kebaikan.
Kebaikan untuk diri sendiri.
Kebaikan untuk sesama.
Dan kebaikan untuk sang Pencipta.
Karena hari esok pasti ada.
Akan tetapi esok hari belum tentu kita masih ada.
Ya Allah..
Hidupkanlah kami dalam kebaikan.
Dan matikanlah kami dalam kebaikan juga.
Bimbinglah kami agar selalu berada di jalan-Mu.
Aamiin Ya Robbal 'Alamin.
Akan tetapi esok mungkin kita akan saling membenci.
Hari ini kita masih bersama.
Akan tetapi esok mungkin kita akan terpisah.
Hari ini kita masih kaya.
Akan tetapi esok mungkin kita akan jatuh miskin.
Hari ini dia datang.
Akan tetapi esok mungkin kita akan pergi.
Hari ini kita masih sehat.
Akan tetapi esok mungkin kita akan jatuh sakit.
Sesungguhnya..
Kita tak ada yang tahu apa yang akan terjadi dengan hari esok.
Sekiranya esok yang kita harapkan tak jadi nyata.
Tapi setidaknya kita tidak akan MENYESAL jika hari ini kita melakukan kebaikan.
Kebaikan untuk diri sendiri.
Kebaikan untuk sesama.
Dan kebaikan untuk sang Pencipta.
Karena hari esok pasti ada.
Akan tetapi esok hari belum tentu kita masih ada.
Ya Allah..
Hidupkanlah kami dalam kebaikan.
Dan matikanlah kami dalam kebaikan juga.
Bimbinglah kami agar selalu berada di jalan-Mu.
Aamiin Ya Robbal 'Alamin.
Langganan:
Postingan (Atom)